Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

30 September 2009

Kunci Sukses Pemasaran Bagi Usaha Kecil (UKM)

Ketika perusahaan diberbagai skala berada diujung tanduk, usaha kecil dengan pengalaman yang pas-pasan juga mengalami hal serupa. Kekurangan sumber dan dukungan yang sama, dinikmati oleh pesaing besar mereka, ketahanan mereka menjadi dipertanyakan.
Dengan cara menawarkan beberapa pengukuran untuk perbaikan, Skye Communication— Wolcott, Conn – perusahaan yang berbasis PR dan marketing—menawarkan lima tips marketing berikut bagi pemilik usaha kecil agar bisa melalui keadaan ekonomi yang tidak menentu ini. :

1. Rubah tampilan web Anda. Dari atas ke bawah, inilah saatnya mempercantik situs Anda. Ubah warna, font dan desain. Tampahkan halaman putih dan hilangkan keruwetan. Update teks seperti yang dibutuhkan dan jangan pelit dengan elemen visual.

2. Jika Anda tidak siap melakukannya, inilah saatnya untuk memulai mengirim e-newsletter pada konsumen Anda, relasi bisnis, teman, dan keluarga. Upaya keras Anda harus mempromosikan tampilan baru website Anda (lihat nomor satu), serta mempromosikan produk dan jasa yang Anda tawarkan. Agresif menambahkan alamat email kontak dalam daftar e-newsletter. Terakhir, tawarkan informasi umum yang menarik sehingga mendorong pembaca untuk meneruskan e-newsletter Anda ke yang lain.

3. Memanfaatkan media lokal.Buat dan kirimkan press release Anda ke koran harian, dan jika anggaran memungkinkan, buatlah iklan. Membuat salinannya untuk stasiun radio lokal. Jika bisa, ciptakan program di stasiun TV lokal.

4. Dapatkan nama Anda diluar sana. Terhubung dengan profesional lain dalam area atau industri Anda, atau melalui organisasi perdagangan, kelompok networking, dinas perdagangan, kelompok pengusaha, kelompok jaringan kerja sosial, atau gabungan semuanya.

5. Layanan pelanggan jauh lebih penting daripada sebelumnya. Dengan adanya perjanjian, harga khusus, dan paket yang disesuaikan dengan klien Anda, dan jangan malu untuk merekomendasikan mereka ke profesional lainnya dalam jaringan Anda.

Anda bisa menemukan area ceruk Anda melalui hasrat dan minat. Area ini adalah dua kunci yang akan membantu Anda memaksimalkan potensi. Untuk memulainya, berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri Anda . Apa cara kesukaan saya menghabiskan waktu ? Pengetahuan atau topik apa yang paling saya ketahui ? Apa yang paling suka saya pelajari ? Apa yang sering ditanyakan orang pada saya ? Setelah mendaftar jawaban-jawaban Anda, persingkat menjadi empat atau lima topik yang ingin Anda gali lebih dalam.

1. Apakah wilayah ceruk saya ?
Anda bisa menemukan area ceruk Anda melalui hasrat dan minat. Area ini adalah dua kunci yang akan membantu Anda memaksimalkan potensi. Untuk memulainya, berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri Anda . Apa cara kesukaan saya menghabiskan waktu ? Pengetahuan atau topik apa yang paling saya ketahui ? Apa yang paling suka saya pelajari ? Apa yang sering ditanyakan orang pada saya ? Setelah mendaftar jawaban-jawaban Anda, persingkat menjadi empat atau lima topik yang ingin Anda gali lebih dalam. Kemudian Anda memiliki area potensial yang bisa Anda gunakan sebagai awal riset Anda. Setelah Anda menemukan hal terbaik yang bisa Anda lakukan , ini adalah area ceruk Anda. Bisa jadi Marketing, Real Estate, Music, Golf dsb. Setelah Anda mengetahuinya, Anda berada dijalan kebebasan finansial .

2. Bagaimana memulai ceruk area ?

Anda bisa memulainya setelah Anda menemukan dasar area ceruk Anda. Kemudian, langkah selanjutnya adalah pengembangan diri terhadap ceruk tersebut yang menjadikannya Anda pakar dibidang tersebut. Coba sebanyak mungkin bekerja dengan diri Anda dengan meningkatkan spesialisasi ceruk area.

Dimana memulai area ceruk ?
Anda harus tahu ada metode dan cara transaksi bisnis marketing online, seperti menggunakan blog, website, email marketing, menulis iklan, artikel, dsb. Anda bisa bergabung dengan EzineArticles.com untuk membangun keterampilan dan bakat Anda sebagai penulis terlaris.

3. Kapan saya bisa memulainya ?

Secepatnya setelah Anda tahu apa yang Anda kerjakan di area ceruk Anda. Ini adalah kunci kesuksesan. Ceruk Anda adalah area fokus Anda, dan sebanyak yang tahu apa yang Anda kerjakan. Dengan menindaklanjuti email kepada pelanggan, telepon, dan berlangganan newsletter. Anda memasuki dunia bisnis marketing online untuk menghasilkan uang.

4. Mengapa saya membutuhkan area ceruk ini ?

Pertanyaan yang bagus, setiap orang ingin mendapatkan penghasilan, ceruk ini akan membantu Anda membuka potensi Anda untuk menemukan bukti nyata dan memungkinkan Anda menghasilkan pendapatan dengan mudah.

Sumber : http://indocashregister.com/2009/08/24/kunci-sukses-pemasaran-bagi-usaha-kecil-ukm/

Read More..

Departemen Perdagangan Dinilai Gagal Stimulus Pasar Tradisional

Rencana pemerintah melalui Departemen Perdagangan melakukan stimulus di pasar tradisonal di pastikan gagal. Ini lantaran dari program yang direncanakan pemerintah hingga akhir September 2009 hanya terealisasi di bawah sepuluh persen.
Padahal, dana stimulus pembangunan pasar tradisional yang disiapkan senilai total Rp215 miliar, namun hanya terserap mencapai Rp20,21 miliar atau sekitar 9,4 persen.

Hal ini diakui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan RI Subagyo saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (28/9).

“Sebanyak 23 kabupaten/ kota di 11 provinsi sudah mendapatkan dana stimulus pembangunan pasar tersebut. Menurut data yang kami terima, ada sekitar 15 daerah di Indonesia yang saat ini sedang melakukan pembangunan fisik, empat daerah yang baru menetapkan pemenang tender, serta empat lainnya masih dalam proses lelang,” ungkap Subagyo.

Subagyo menyebutkan, secara fisik daerah yang sedang membangun realisasi terendahnya sekitar 20 persen, sedangkan realisasi yang tertinggi sekitar 60 persen, yakni di Pulau Buru, Maluku.

“Kami mengharapkan agar proses pembangunan tersebut dapat selesai paling lambat sebelum akhir tahun ini,” papar Subagyo yang juga mengatakan bahwa rendahnya realisasi penyerapan dana stimulus tersebut diakibatkan terlambatnya penyaluran dana tersebut. “Program disahkan 4 Mei 2009, dan DIPA diserahkan pada 27 Mei 2009,” lanjut dia.
Sementara itu, Sekjen Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman turut menambahkan, sebenarnya pemerintah telah membuat surat edaran mengenai pelaksanaan tender proyek pada akhir 2008 untuk mempercepat proses realisasinya.

Namun ternyata kondisinya berbeda. Pasalnya, pemerintah daerah belum bisa melaksanakan tender sesuai pedoman itu karena dokumennya sendiri belum disiapkan

Sumber : http://indocashregister.com/2009/09/29/departemen-perdagangan-dinilai-gagal-stimulus-pasar-tradisional/

Read More..

20 Jun 2009

'Saatnya perguruan tinggi hasilkan wirausahawan'

oleh : Irsad Sati
JAKARTA (Bisnis.com): Paradigma pengembangan perguruan tinggi nasional dinilai sudah harus diubah dari penciptaan lulusan tenaga kerja menjadi sarjana pelopor dan pencipta lapangan kerja.

Tren pengembangan perguruan tinggi di luar negeri justru mulai dominan untuk menciptakan lulusan wirausahawan, sehingga mampu memberikan dampak besar terhadap pengembangan perekonomian.

Ferdinand Saragih, dari Prodi Ilmu Administrasi Niaga Fisip Universitas Indonesia, mengatakan banyak universitas dan perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Eropa yang tidak lagi menciptakan lulusan tenaga kerja, tapi pencipta lapangan kerja.


”Perguruan tinggi di Indonesia harusnya juga mulai diarahkan menjadi pencetak sarjana wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan bukan sekedar mencari kerja,” ungkapnya dalam seminar tentang Peran Staregis School of Business Menghadapi persaingan Global di Jakarta, hari ini.

Dia menilai perubahan paradigma itu akan mampu mendorong lulusan perguruan tinggi menjadi sumber daya manusia yang produktif dengan tingkat produktiftas tinggi.

Sementara itu, Kusdi Raharjo, pengajar Universitas Brawijaya Malang, mengatakan perguruan tinggi merupakan salah satu media untuk melahirkan pelaku wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurut dia, wirausaha bisa juga dilahirkan melalui praktik langsung di lapangan sebagai pelaku wirausaha yang kemudian tumbuh menjadi entitas bisnis yang besar.

Akan tetapi, lanjutnya, perguruan tinggi tetap punya peran penting untuk melahirkan pengusaha yang lebih matang dan tangguh dalam perencanaan dan strategi bisnis, karena wirausaha termasuk dalam lapangan akademis yang bisa dipelajari.

Menurut Alois A. Nugroho dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Atma Jaya, lulusan PT harus disiapkan sebagai SDM multinasional yang siap berkiprah bukan hanya di korporasi domestik tapi juga multinasional dengan tingkat kompetensi tinggi.

Dia mengatakan semua itu hanya bisa dicapai bila sistem pendidikan di perguruan tinggi mampu menciptakan model dan sistem pendidikan yang mengacu pada standar SDM internasional.

Dirjen Dikti Fasli Djalal menargetkan pengajaran wirausaha sudah bisa diterapkan penuh dalam sistam pendidikan tinggi nasional dalam beberapa tahun ke depan, sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berjiwa wirausaha.(er)

Read More..